Secara
umum pengertian soft skill yaitu kemampuan pengaturan
seserorang terhadap orang lain (INTERPERSONAL
SKILL) dan pengaturan seseorang terhadap diri sendiri (INTRA-PERSONAL SKILL). Di
Wikipedia sendiri dipaparkan bahwa soft
skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan
karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan
pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme.
Soft
skill merupakan hal yang tidak tampak mata tapi dapat dirasakan oleh orang
itu sendiri dan oleh orang lain. Wujud dari soft
skill sendiri adalah watak / karakter yang telah terbentuk berdasarkan pengetahuan
pribadi orang itu sendiri, yang artinya soft
skill itu sendiri dapat dipelajari dan dikembangkan, karena soft
skill tidak bersifat pasti.
INTERPERSONAL
SKILL
Cakupan dari interpersonal skill yaitu kesadaran
sosial (kesadaran politik,
mengembangkan orang lain, memanfaatkan keragaman, orientasi pelayanan,
empati dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi,
manajemen
konflik, kerjasama, kerjasama tim, sinergi dan sinergi)
INTRA
PERSONAL SKILL
Cakuapn dari intrapersonal skill yaitu : kesadaran
diri (percaya diri, penilaian sifat, diri & preferensi, kesadaran
emosional) dan kemampuan diri (perbaikan, kontrol diri, kepercayaan, kelayakan,
waktu / manajemen
sumber, proaktif, hati nurani).
Ada 3
(tiga) hal yang memepengaruhi berkembangnya karyawan atau calon
karyawan dalam sebuah perusahaan yaitu pengetahuan
(knowledge), keterampilan (skill)
dan sikap (attitude). Dari ketiga hal
tersebut penilaian
karyawan yang paling penting yaitu mengenai sikap, halam hal ini sikap
yang positif.
Seperti disampaikan oleh Herrimawan
Djarot Pribadi Wahjumurti, SH, MM, Manajer Human Resources and General Affairs
PT Anugrah Group International, dalam acara kuliah umum Magister Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MM-UMY) bertempat di ruang sidang AR.
Fakhruddin A lantai 5 kampus terpadu UMY, Sabtu (16/33). Ketiga kompetensi
tersebut sangat perlu dimiliki oleh para calon pegawai. Sebab dari kompetensi
tersebut Human Resources Development (HRD) dapat mengetahui layak
tidaknya seseorang ditugaskan pada suatu badan kerja. “Dan yang paling penting
adalah attitude. Walaupun dia memiliki skill dan pengetahuan yang
tinggi, tapi attitude-nya jelek, maka kecil kemungkinan dia lolos
sebagai seorang pegawai,” . “Tapi, kalau attitudenya baik dan bagus,
maka dia punya peluang sukses tinggi. Karena poin attitude dalam
membentuk karakter seseorang itu punya porsi yang lebih banyak daripada skill
atau knowledge. Sikap yang bagus dan baik itu seperti sopan, ramah,
mampu memecahkan masalah, dan sebagainya,”.
(http://www.umy.ac.id/attitude-sebagai-kunci-sukses-dalam-bekerja-2.html)
Contoh sikap positif yang
harus di kembangkan :
7. Dll.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar