Selasa, 03 Januari 2017

PEMAHAMAN DOKUMENTASI DAN IMPLEMENTASI SMK3


PENDAHULUAN
Setiap bisnis perlu mengelola kesehatan dan keselamatan kerja, mengapa demikian? Bukan saja karena sebagai pemenuhan perundang-undangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, tapi bisnis yang sehat tentunya harus mengelola risiko kesehatan dan keselamatan kerjanya. Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/SMK3 Permenaker No. 5/MEN/1996 & PP No. 50 Tahun 2012 yang sistematis akan membantu bisnis Anda dalam mencapai kesuksesan menyangkut hal ini. Tujuan utama dari SMK3, adalah untuk memungkinkan bisnis mengontrol risiko terkait aspek keselamatan kesehatan kerjanya dan dapat meningkatkan kinerjanya. Bisa dikatakan bahwa adalah hal yang penting bagi suatu perusahaan dapat menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/SMK3 dan bukan untuk mendapatkan sertifikasinya, karena keberhasilan penerapan SMK3 diatas segalanya.
Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan yang tepat sehingga dokumentasi dan implementasi sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja/ SMK3  mampu terealisasi.

TUJUAN
  1. Memahami secara benar, konseptual, dan komprehensif tentang persyaratan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja/ SMK3
  2. Memahami kebijakan-kebijakan perusahaan/ institusi yang perlu dituangkan dalam dokumen sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja SMK3
  3. Memahami pelaksanaan Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPPR) dan menyusun Tujuan dan Sasaran untuk menerapkan SMK3
  4. Memahami kebutuhan sumber daya untuk menerapkan SMK3
  5. Memahami “Continuous Improvement” dalam implementasi SMK3 pada perusahaan/ institusi
  6. Memahami proses sertifikasi dan lembaga sertifikasi SMK3

MATERI
  1. Prinsip-prinsip Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja SMK3
  2. Pemahaman 12 Elemen Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja/ SMK3, yaitu:
  3. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen
  4. Strategi pendokumentasian
  5. Peninjauan ulang Perancangan (desain) dan kontrak
  6. Pengendalian Dokumen
  7. Pembelian
  8. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3
  9. Standar Pemantauan
  10. Pelaporan dan perbaikan kekurangan
  11. Pengelolaan Material dan Perpindahannya
  12. Pengumpulan dan penggunaan data
  13. Audit SMK3
  14. Pengembangan ketrampilan dan kemampuan
  15. Pelaksanaan Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPPR)
  16. Penyusunan Tujuan dan Sasaran SMK3
  17. Perencanaan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja


PESERTA
Manajer Pelatihan dan Pengembangan, Manajer K3, Manajer Teknis, Teknisi Penguji dan Teknisi Kalibrasi, Penyelia Laboratorium, Wakil Manajemen (Management Representative), Semua yang terkait dalam pengembangan Sistem Manajemen K3 di perusahaan/ organisasi/ unit usaha.

PEMATERI
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi / Praktisi yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

DURASI
2 Hari di Yogyakarta (lokasi lain dapat di-request sesuai kebutuhan dan jumlah peserta).

INVESTASI
Rp 6.000.000,- / peserta plus penginapan 2 malam
Rp 4.250.000,-/ peserta tanpa penginapan
Minimal running 3 peserta

Fasilitas
Modul, antar jemput bandara, souvenir, cofee break 2x, makan siang 1x

In House : Rp. 13.000.000,-
Belum termasuk : pajak, copy materi, tiket pulang pergi trainer dan tim, penginapan dan tempat training.

KONTAK
Phone/WA 081226532225

Minggu, 06 November 2016

SOFT SKILL


APA ITU SOFT SKILL?

Secara umum pengertian soft skill yaitu kemampuan pengaturan seserorang terhadap orang lain (INTERPERSONAL SKILL) dan pengaturan seseorang terhadap diri sendiri (INTRA-PERSONAL SKILL). Di Wikipedia sendiri dipaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme.

Soft skill merupakan hal yang tidak tampak mata tapi dapat dirasakan oleh orang itu sendiri dan oleh orang lain. Wujud dari soft skill sendiri adalah watak / karakter yang telah terbentuk berdasarkan pengetahuan pribadi orang itu sendiri, yang artinya soft skill itu sendiri dapat dipelajari dan dikembangkan, karena soft skill tidak bersifat pasti.


INTERPERSONAL SKILL

Cakupan dari interpersonal skill yaitu kesadaran sosial (kesadaran politik, mengembangkan orang lain, memanfaatkan keragaman, orientasi pelayanan, empati dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi, manajemen konflik, kerjasama, kerjasama tim, sinergi dan sinergi)

INTRA PERSONAL SKILL

Cakuapn dari intrapersonal skill yaitu : kesadaran diri (percaya diri, penilaian sifat, diri & preferensi, kesadaran emosional) dan kemampuan diri (perbaikan, kontrol diri, kepercayaan, kelayakan, waktu / manajemen sumber, proaktif, hati nurani).


PENTINGNYA SOFT SKILL?

Ada 3 (tiga) hal yang memepengaruhi berkembangnya karyawan atau calon karyawan dalam sebuah perusahaan yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude). Dari ketiga hal tersebut penilaian karyawan yang paling penting yaitu mengenai sikap, halam hal ini sikap yang positif.

Seperti disampaikan oleh Herrimawan Djarot Pribadi Wahjumurti, SH, MM, Manajer Human Resources and General Affairs PT Anugrah Group International, dalam acara kuliah umum Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MM-UMY) bertempat di ruang sidang AR. Fakhruddin A lantai 5 kampus terpadu UMY, Sabtu (16/33). Ketiga kompetensi tersebut sangat perlu dimiliki oleh para calon pegawai. Sebab dari kompetensi tersebut Human Resources Development (HRD) dapat mengetahui layak tidaknya seseorang ditugaskan pada suatu badan kerja. “Dan yang paling penting adalah attitude. Walaupun dia memiliki skill dan pengetahuan yang tinggi, tapi attitude-nya jelek, maka kecil kemungkinan dia lolos sebagai seorang pegawai,” . “Tapi, kalau attitudenya baik dan bagus, maka dia punya peluang sukses tinggi. Karena poin attitude dalam membentuk karakter seseorang itu punya porsi yang lebih banyak daripada skill atau knowledge. Sikap yang bagus dan baik itu seperti sopan, ramah, mampu memecahkan masalah, dan sebagainya,”.
(http://www.umy.ac.id/attitude-sebagai-kunci-sukses-dalam-bekerja-2.html)

Contoh sikap positif yang harus di kembangkan :
1.      Leadership
2.      Problem solving
3.      Analytical thinking
4.      Presentations skill
7.      Dll.



Senin, 17 Oktober 2016

TRAINING OF TRAINER

Dalam era globalisasi dan dengan kelanjutan dari sertifikasi ISO 9000 dan 14000 series, dimana perusahaan-perusahaan nasional maupun international yang berada di Indonesia agar melakukan sertifikasi terhadap sistim manajemen perusahaannya, dan sebagai kelanjutannya adalah melakukan sertifikasi terhadap setiap profesi dibidang sumber daya manusia. LSP-IKI sejak 2005 telah melakukan Sertifikasi Kompetensi Instruktur dan saat ini telah menggunakan SKKNI terbaru, dengan SKEMA terkini (22-05-2016) yang diakui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Training Of Trainer (TOT) Sertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)  Instruktur Kompeten Indoneisa (IKI) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Yogyakarta, dapat melakukan pelatihan secara reguler di Seluruh kota di Indonesia maupun in house di perusahaan maupun instansi yang memerlukan.

Dasar Hukum TOT – Sertifikasi LSP IKI (BNSP)? Tujuan diadakan TRAINING OF TRAINER Jogja?
Dalam rangka ikut serta membangun program pemberdayaan manusia oleh Pemerintah, maka melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) memberikan Lisensi Kepada LSP-IKI (Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Kompeten Indonesia), untuk melakukan sertifikasi kompetensi profesi Instruktur/trainer dibidang metodologi di seluruh wilayah Indonesia
Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 161 Tahun 2015 Tentang KATEGORI PENDIDIKAN BIDANG STANDARISASI, PELATIHAN, DAN SERTIFIKASI.
Dewasa ini sudah terdengar isu-isu mengenai pasar bebas dengan di mulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) isu ini mulai terderngar santer pada tahun 2013 dengan pelaksanaan tahun 2015, maka kompetensi merupakan pra syarat yang sangat penting dan mutlak harus bahkan wajib untuk dimiliki oleh semua peserta kerja atau pekerja dan bahkan yang tersertifikasi.  Prsyarat tersebut telah ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang menjadi suatu keharusan untuk dipenuhi bagi anggota antar negara, termasuk Indonesia tercinta ini.
Kompetensi adalah persyaratan standar bagi seseorang untuk berhasil dalam bidang pekerjaannya. Lebih jauh lagi kompetensi adalah kualitas yang menunjukkan bahwa sesorang mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Pada dasarnya setiap pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten, karena kompeten maka seseorang diberi kewenangan. Tenaga kerja yang kompeten dan profesional pasti dapat bekerja secara produktif. Produktivitas inilah yang akan menjadi pertumbuhan, peningkatan daya saing dan kesejahteraan.
Kualifikasi Kompetensi Instruktur Metodologi LSP IKI :
  1. Instruktur Pelaksana Pelatihan Tatap Muka
  2. Instruktur Pelaksana Pengembangan Pelatihan
  3. Instruktur Pelaksana Pengawasan
Untuk informasi lengkap TOT – Sertifikasi LSP IKI dapat KLIK DISINI

www.infotrainingjogja.com 

Sabtu, 17 September 2016

KUNJUNGAN WISATA PESERTA PELATIHAN

KUNJUNGAN WISATA PESERTA PELATIHAN

Selain mengikuti pelatihan peserta juga akan diajak tour di beberapa lokasi wisata yogyakarta yang dapat di pilih sendiri seperti di bawah ini :

A. CANDI PRAMBANAN 
   
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.